Langsung ke konten utama

RESENSI LAGU USIK

 

Resensi Lagu “Usik” – Feby Putri

Identitas Lagu

AspekKeterangan
Judul LaguUsik
PenyanyiFeby Putri
Pencipta / Penulis LaguFeby Putri 
Produser / ArrangerSute Nurbesari (produser) & Dedy Kalis (musik produser) 
GenrePop (ballad/ kontemplatif)
Tahun Rilissekitar 2019–2022 
Tema UtamaPerasaan “diusik” oleh lingkungan, keraguan, harapan

Isi Resensi

Lagu Usik dibuka dengan nuansa kelam dan introspektif — Feby menggambarkan dirinya “tersesak beriring kabut, menguak hal yang telah larut” sebagai simbol dari kegundahan yang datang karena pengaruh luar yang “mengusik”. Ini bukan sekadar lagu patah hati biasa, melainkan perjalanan batin seseorang yang merasa dipahami sedikit oleh orang di sekitarnya.

Melalui lirik yang penuh citraan, “dalam hangat ruang ini ku tersudut, menerjang ingatan yang telah kusut”, penyanyi menunjukkan bahwa permasalahannya bukan hanya eksternal — yaitu komentar atau tekanan lingkungan — tetapi juga internal: memori, penyesalan, dan rasa terjebak dalam hidup. Hal ini membuat lagu terasa lebih dalam, karena menyoroti perasaan yang biasa tersembunyi.

Pada bagian reff-nya, tema harapan muncul dengan kuat: “Hari-hari kujalani harap ada yang bermakna / Kembalikanlah senyumku yang pergi”. Di situlah kekuatan lagu ini: bukan hanya soal kerusakan atau luka, tetapi tentang keinginan untuk memperoleh kembali kebahagiaan, makna, dan senyum yang hilang. Pesan ini terasa relevan untuk siapa saja yang merasa “diusik” oleh omongan atau situasi yang tak mereka pahami.

Musikalitas lagu ini mendukung suasana lirih yang dibangun oleh liriknya: aransemen yang tidak terlalu ramai, memberi ruang bagi vokal Feby untuk mengekspresikan kejujuran emosinya. Menurut informasi videonya, produser musik dan arranger menciptakan lanskap yang mendukung suasana melankolis namun tidak jatuh ke dalam keputusasaan total. 

Kekuatan utama dari Usik adalah kemampuan lagu ini untuk menjadikan pengalaman pribadi sebagai sesuatu yang universal. Tema “dihujani pertanyaan”, “tak dipahami oleh orang lain”, “menunggu cahaya” — semua ini bisa dirasakan oleh banyak orang dalam fase hidup mereka. Liriknya mengandung metafora kuat namun tetap mudah diresapi: misalnya “bertahan dalam macamnya alur hidup sampai bisa tiba bertemu cahaya”.

Meski begitu, karena lagu ini mengangkat tema yang cukup umum di musik pop/ballad — yaitu perasaan tertekan, keraguan, mencari makna — maka bagi pendengar yang sering mendengar tema serupa mungkin tak merasa “terkejut” secara konseptual. Namun, keunikan lagu ini terletak pada gaya penceritaan Feby Putri yang jujur dan tidak terlalu dramatis, serta penggunaan lirik yang lebih “renung” daripada sekadar “meratap”.

Secara keseluruhan, Usik adalah lagu yang cocok untuk didengar oleh siapa saja yang sedang dalam fase keraguan atau merasa “terusik” oleh lingkungan atau bystanders — dan membutuhkan pengingat bahwa mereka tidak sendiri. Feby Putri berhasil menyampaikan pesan bahwa meskipun kita “diusik”, ada harapan, ada cahaya, dan ada senyum yang bisa dikembalikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN : PERTEMUAN 2

STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN   Selamat pagi anak-anakku, silakan simak video berikut untuk pemahaman materi kalian tentang struktur dan ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan. Konfirmasi sudah menyaksikan ini dengan meninggalkan komentar kalian dengan format: Nama_Kelas Jika sudah selesai menyimak materi di atas, silakan klik link di bawah ini! https://forms.gle/PsotZq3HznG1geLY6 Terima kasih dan tetap semangat belajar!

RESENSI NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH

  Resensi Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye Identitas Buku Judul : Moga Bunda Disayang Allah Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2005 Jumlah Halaman : 276 halaman Genre : Drama, religi, dan inspiratif Novel Moga Bunda Disayang Allah merupakan salah satu karya paling menyentuh dari Tere Liye yang mengangkat tema kemanusiaan, pengorbanan, dan makna kasih sayang dalam bentuk yang sederhana namun sarat makna. Cerita ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mengajarkan nilai moral dan spiritual yang mendalam. Tere Liye menuliskan kisah ini dengan gaya yang lembut, mengalir, dan penuh empati terhadap karakter-karakternya. Melalui kisah dua tokoh utama — Melati dan Thomas Alfa Edison — pembaca diajak menyelami perjuangan manusia dalam menghadapi keterbatasan dan ujian hidup. Kisah berawal dari seorang gadis kecil bernama Melati yang mengalami disabilitas ganda: ia tidak dapat melihat, mendengar, maupun berbicara sej...

RESENSI LAGU TUJUH BELAS

  Resensi Lagu “Tujuh Belas” – Tulus Identitas Lagu Aspek Keterangan Judul Lagu Tujuh Belas Penyanyi Tulus Pencipta Lagu Muhammad Tulus Produser / Arranger Ari Renaldi Album Manusia Genre Pop, Soul Durasi ± 4 menit 12 detik Label TulusCompany Tahun Rilis 2022 Isi Resensi Lagu “Tujuh Belas” merupakan salah satu karya reflektif dari Tulus yang mengangkat tema waktu, masa muda, dan kenangan. Dalam lagu ini, Tulus mengajak pendengar untuk kembali menengok masa remaja—masa yang penuh warna, semangat, dan harapan sederhana. Ia tidak sekadar bernostalgia, tetapi juga merenungi perubahan diri seiring perjalanan waktu. Sejak awal, lagu ini sudah membangun suasana hangat dan lembut. Melodi yang mengalun pelan berpadu dengan suara khas Tulus menciptakan kesan tenang sekaligus menyentuh. Melalui ungkapan bahwa “usia hanyalah angka”, Tulus mengingatkan bahwa semangat muda tidak pernah benar-benar hilang selama kita tetap memiliki hati yang hidup dan pandangan yang optimis terhadap dunia. ...