Langsung ke konten utama

Resensi Film Murder on the Orient Express

 

Resensi Film Murder on the Orient Express

(Karya Kenneth Branagh – Film Misteri/Thriller)


Identitas Film

AspekKeterangan
Judul FilmMurder on the Orient Express
SutradaraKenneth Branagh
Penulis NaskahMichael Green (adaptasi dari novel Agatha Christie)
ProduserRidley Scott, Mark Gordon, Simon Kinberg
Pemeran UtamaKenneth Branagh, Penélope Cruz, Willem Dafoe, Judi Dench, Johnny Depp, Michelle Pfeiffer, Daisy Ridley
Negara AsalAmerika Serikat / Inggris
Tahun Rilis2017
GenreMisteri, Thriller, Drama, Detektif
Durasi±114 menit
Produksi20th Century Fox
BahasaInggris

Resensi Film

Film Murder on the Orient Express merupakan adaptasi dari novel klasik karya Agatha Christie yang berjudul sama. Disutradarai oleh Kenneth Branagh, film ini mengangkat kisah detektif Hercule Poirot yang harus memecahkan misteri pembunuhan seorang penumpang kaya bernama Samuel Ratchett di dalam kereta Orient Express. Dengan setting kereta mewah dan salju yang menutupi rute perjalanan, film ini menghadirkan suasana tegang dan misterius sejak awal.

Hercule Poirot (diperankan Kenneth Branagh) digambarkan sebagai detektif yang cerdas, perfeksionis, dan penuh observasi. Saat Ratchett ditemukan tewas di kabinnya, Poirot segera mengambil alih penyelidikan. Ia mewawancarai seluruh penumpang, setiap adegan diisi dengan intrik, kebohongan, dan motif tersembunyi. Penonton diajak menebak siapa pelaku, sambil menyaksikan dinamika psikologis para penumpang yang ketakutan dan saling curiga.

Kekuatan utama film ini adalah pengembangan karakter yang kompleks. Setiap penumpang memiliki cerita dan rahasia masing-masing, yang terkait erat dengan kasus pembunuhan tersebut. Penélope Cruz sebagai Pilar Estravados, Daisy Ridley sebagai Mary Debenham, dan Johnny Depp sebagai Edward Ratchett masing-masing memberikan penampilan yang kuat, membuat penonton tetap tegang sepanjang film.

Dari sisi visual, film ini memukau. Sinematografi dan desain produksi menampilkan kereta Orient Express dengan detail mewah dan atmosfer tahun 1930-an yang autentik. Latar salju menambah kesan dingin dan klaustrofobik, menekankan ketegangan di antara para penumpang. Musik latar karya Patrick Doyle mendukung suasana misteri dan dramatis film ini.

Film ini juga menekankan aspek moral dan keadilan. Tanpa mengurangi ketegangan misteri, Branagh berhasil menyoroti dilema etis: apakah keadilan harus selalu mengikuti hukum formal, atau kadang moralitas pribadi bisa mengambil alih? Twist akhir film menjadi puncak dramatis yang mengejutkan dan memuaskan, tetap setia dengan semangat karya Agatha Christie.

Salah satu kelemahan film ini adalah tempo yang terkadang terasa lambat di tengah investigasi panjang dan banyak dialog. Beberapa adegan terasa terlalu fokus pada penampilan mewah atau dialog ekspositori, sehingga ketegangan sempat menurun. Namun, hal ini sebanding dengan kepuasan menonton akhir cerita yang penuh kejutan.

Secara keseluruhan, Murder on the Orient Express (2017) adalah film misteri klasik yang berhasil menggabungkan ketegangan, drama, dan karakterisasi yang kuat. Film ini layak ditonton bagi penggemar cerita detektif, misteri, maupun adaptasi karya Agatha Christie. Twist cerita yang cerdas dan suasana visual yang memikat membuat film ini tetap relevan sebagai tontonan hiburan sekaligus refleksi moral.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN : PERTEMUAN 2

STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN   Selamat pagi anak-anakku, silakan simak video berikut untuk pemahaman materi kalian tentang struktur dan ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan. Konfirmasi sudah menyaksikan ini dengan meninggalkan komentar kalian dengan format: Nama_Kelas Jika sudah selesai menyimak materi di atas, silakan klik link di bawah ini! https://forms.gle/PsotZq3HznG1geLY6 Terima kasih dan tetap semangat belajar!

RESENSI NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH

  Resensi Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye Identitas Buku Judul : Moga Bunda Disayang Allah Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2005 Jumlah Halaman : 276 halaman Genre : Drama, religi, dan inspiratif Novel Moga Bunda Disayang Allah merupakan salah satu karya paling menyentuh dari Tere Liye yang mengangkat tema kemanusiaan, pengorbanan, dan makna kasih sayang dalam bentuk yang sederhana namun sarat makna. Cerita ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mengajarkan nilai moral dan spiritual yang mendalam. Tere Liye menuliskan kisah ini dengan gaya yang lembut, mengalir, dan penuh empati terhadap karakter-karakternya. Melalui kisah dua tokoh utama — Melati dan Thomas Alfa Edison — pembaca diajak menyelami perjuangan manusia dalam menghadapi keterbatasan dan ujian hidup. Kisah berawal dari seorang gadis kecil bernama Melati yang mengalami disabilitas ganda: ia tidak dapat melihat, mendengar, maupun berbicara sej...

RESENSI LAGU TUJUH BELAS

  Resensi Lagu “Tujuh Belas” – Tulus Identitas Lagu Aspek Keterangan Judul Lagu Tujuh Belas Penyanyi Tulus Pencipta Lagu Muhammad Tulus Produser / Arranger Ari Renaldi Album Manusia Genre Pop, Soul Durasi ± 4 menit 12 detik Label TulusCompany Tahun Rilis 2022 Isi Resensi Lagu “Tujuh Belas” merupakan salah satu karya reflektif dari Tulus yang mengangkat tema waktu, masa muda, dan kenangan. Dalam lagu ini, Tulus mengajak pendengar untuk kembali menengok masa remaja—masa yang penuh warna, semangat, dan harapan sederhana. Ia tidak sekadar bernostalgia, tetapi juga merenungi perubahan diri seiring perjalanan waktu. Sejak awal, lagu ini sudah membangun suasana hangat dan lembut. Melodi yang mengalun pelan berpadu dengan suara khas Tulus menciptakan kesan tenang sekaligus menyentuh. Melalui ungkapan bahwa “usia hanyalah angka”, Tulus mengingatkan bahwa semangat muda tidak pernah benar-benar hilang selama kita tetap memiliki hati yang hidup dan pandangan yang optimis terhadap dunia. ...