Langsung ke konten utama

Sepenggal Cerita Aneh


Selamat pagi!
Aku ingin berbagi kisah aneh dengan kalian. Mungkin kalian yang akan berpikir bahwa aku yang aneh. Jadi begini, aku masih belum mengerti tentang dunia perbinatangan. Sampai saat ini aku penasaran dengan isi pikiran kucing. Pasti kalian heran alasan aku hanya memilih kucing padahal banyak binatang lain yang juga sulit untuk dipahami.
Di rumahku ada banyak binatang peliharaan. Tidak jarang aku bercengrama dengan mereka. Ternyata jika kita mau mendengarkan, banyak hal yang ingin mereka bicarakan dengan kita. Aku sering mengobrol dengan kelinci, betengkar dengan ayam maupun bermain dengan kucing. Aku memahami betul apa yang kelinciku pikirkan. Kalian jangan berpikir macam-macam. Aku benar-benar bisa berbicara dengan kelinciku. Walaupun aku bukan nabi, pada kenyataannya mereka sangat memahami kalimatku.
Tidak butuh waktu lama untuk bisa berbicara dengan mereka semua. Kecuali bayi. Bayi sulit untuk diajak bicara, mereka juga cendenrung pemalu dan penyendiri. Mereka juga rentan terhadap sentuhan. Awas, jangan asal memegang bayi nanti dia bisa mati! Tentu saja bayi binatang.
Oh ya, soal kucing yang sulit dipahami itu namanya Ek. Kalian pasti merasa aneh seseorang menamai hewan peliharaannya dengan dua kata itu e dan k. Sebenarnya aku dan keluargaku tidak sengaja memberi nama Ek pada kucing itu. Jujur saja aku membenci ibunya Ek. Dulu sekali belum Ek lahir, ada Arsenal dkk. parahnya mereka mati karena ibunya malas menyusui. Ibunya Ek macam ibu-ibu zaman sekarang ya! Untungnya bayi-bayi manusia itu tidak ikutan mati seperti Arsenal dkk.
Ek itu anak yang hebat dia bisa bertahan hidup di gudang belakang rumah kami. Sendirian, tanpa ibu maupun sanak saudara lainnya. Kalian tahu, ibunya Ek sibuk untuk hamil lagi pasca melahirkan. Jadilah Ek tumbuh seorang diri.
Kalian pasti tahu kisah tarzan bukan? Ek hidup mirip seperti tarzan. Ia tidak memiliki panutan untuk dicontoh. Sedari kecil ia berteman dengan kelinci yang hampir tidak pernah bersuara. Kalian pasti setuju bahwa ayam itu berkokok, kambing itu mengembik, harimau itu mengaum, sedangkan kucing itu mengeong. Tapi Ek tidak demikian. Dia tidak pernah sekalipun mengeong. Bunyi suara yang dia keluarkan adalah “eekkk”. Persis seperti bunyi anak yang meringis. Kalau ingin memberi makan, dia tidak pernah menyahut jika aku mengeong meniru kucing lainnya. Aku sempat berpikir bahwa kucing ini mungkin bisu atau tuli.tapi tidak butuh waktu lama untuk menyimpulkan bahwa Ek adalah anak yang sehat, tidak tuli maupun bisu.
Dari Ek aku percaya semua cerita tentang Tarzan yang hidup di hutan. Tentang tarzan yang berjalan seperti kera, berbicara dengan bahasa tubuh juga seperti kera. Ek tidak meniru kucing-kucing lainnya, ia hanya mendengar deru angin yang bertiup dari hari ke hari. Mendengar suara-suara manusia yang berlalu lalang. Walau Ek tidak seperti kucing lainnya, ia tetap istimewa.
Aku pernah membaca buku yang di dalamnya menyatakan bahwa binatang peliharaan itu lebih menyukai aroma pemiliknya daripada makanan maupun mainannya. Ek membuktikan itu. Kalau diberi makan, aku harus bergegas lari ke dalam rumah. Kalau tidak ia akan berpikir itu waktunya bermain. Ek suka menggosok-gosokkan lehernya ke kakiku atau kaki ibuku. Ek akan mengikuti kami kemanapun kami pergi. Ini bukan keanehan Ek, ini adalah naluriah Ek sebagai binatang peliharaan.
Ini baru soal lain. Kalian pasti setuju bahwa kucing itu adalah pemburu. Kucing sering berburu binatang untuk menjadi makanannya. Tapi Ek tidak. Ia tidak pernah belajar berburu, bahkan tidak tahu caranya. Mungkin ia jelmaan, setengah kucing setengah kelinci. Ek juga pemilih soal makanannya. Ia tidak sembarang makan makanan yang diberikan. Ia tidak suka makan makanan mentah. Kalau ayam harus direbus dahulu dan ikan harus digoreng dahulu. Repot memang kalau urusan makan. Tapi jika tidak dimasak, Ek tidak akan makan. Makanannya malah akan dibiarkan dijadikan santapan oleh ayam-ayam nakal.
Oh ya, Ek juga tipe pembosan. Waktu itu tahun baru, aku dan keluarga makan ikan, tulang dan jeroan ikan menjadi makanan Ek. Tapi ia tidak pernah menghabiskannya. Bahkan untuk beberapa waktu ia hanya membaui ikan-ikan itu. Kami akhirnya memberi Ek tempe goreng. Ek juga lebih suka tempe goreng daripada ikan. Aneh bukan? Ini kucing yang selalu membuatku takjub. Ada saja polah tingkahnya yang menarik perhatian.
Belum lama ini, Ek membawa teman pulang ke rumah. Anak itu pemalu. Malas sebetulnya menambah peliharaan. Tapi Ek anak yang baik, ia selalu berbagi makanan dengan temannya itu. Sejujurya teman Ek banyak membantu. Sebelumnya, Ek tidak pernah menggunakan kekerasan. Ia tidak pandai bermain kejar-kejaran atau berguling-guling. Mungkin karena kelinci tidak bisa diajak bermain seperti itu. Tapi temannya ini menjadikan Ek makhluk sosial.
Ek tidak pernah bertengkar dengan kucing-kucing lain di lingkungan rumahku. Dia hanya sibuk tidur dan melamun. Seolah-olah dia tengah menonton. Ek tidak ekspresif dan cendenrung pendiam. Kalau lapar hanya tinggal duduk di depan pintu. Kalau tidur dia tinggal naik ke rumah kelinci. Ek tidak berisik, tidak kasar dan tidak nakal. Tidak pernah mencuri, tidak pernah mencakar, tidak juga menyakiti hewan peiharaan lainnya.
Ek punya hati lembut, suka berbagi, pengamat yang baik, cenderung pendiam dan suka cari perhatian. Kalian dilarang iri. Ini kucingku, Ek namanya. Aneh bukan? Sampai saat ini aku tidak bisa memahami apa yang dia pikirkan. Dia jarang berbicara dan tidak ekspresif. Tapi dia membuatku jatuh hati. Kucing pertama yang kubelai dan kucium. Kucing pertama yang membuatku takjub. Makhluk penuh keajaiban yang tuhan kirimkan padaku.


Kalian harus main ke rumahku jika tidak percaya cerita ini! Ini hanya cerita aneh, mungkin juga dituturkan oleh orang yang aneh. Tapi jangan berpikir aneh-aneh. Tolong, dan dimohon dengan sangat untuk sedikit mempercayai keanehan ini!



Cilegon, 03 Januari 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN : PERTEMUAN 2

STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN   Selamat pagi anak-anakku, silakan simak video berikut untuk pemahaman materi kalian tentang struktur dan ciri kebahasaan teks laporan hasil percobaan. Konfirmasi sudah menyaksikan ini dengan meninggalkan komentar kalian dengan format: Nama_Kelas Jika sudah selesai menyimak materi di atas, silakan klik link di bawah ini! https://forms.gle/PsotZq3HznG1geLY6 Terima kasih dan tetap semangat belajar!

RESENSI NOVEL MOGA BUNDA DISAYANG ALLAH

  Resensi Novel Moga Bunda Disayang Allah Karya Tere Liye Identitas Buku Judul : Moga Bunda Disayang Allah Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Penerbit Tahun Terbit : 2005 Jumlah Halaman : 276 halaman Genre : Drama, religi, dan inspiratif Novel Moga Bunda Disayang Allah merupakan salah satu karya paling menyentuh dari Tere Liye yang mengangkat tema kemanusiaan, pengorbanan, dan makna kasih sayang dalam bentuk yang sederhana namun sarat makna. Cerita ini tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga mengajarkan nilai moral dan spiritual yang mendalam. Tere Liye menuliskan kisah ini dengan gaya yang lembut, mengalir, dan penuh empati terhadap karakter-karakternya. Melalui kisah dua tokoh utama — Melati dan Thomas Alfa Edison — pembaca diajak menyelami perjuangan manusia dalam menghadapi keterbatasan dan ujian hidup. Kisah berawal dari seorang gadis kecil bernama Melati yang mengalami disabilitas ganda: ia tidak dapat melihat, mendengar, maupun berbicara sej...

RESENSI LAGU TUJUH BELAS

  Resensi Lagu “Tujuh Belas” – Tulus Identitas Lagu Aspek Keterangan Judul Lagu Tujuh Belas Penyanyi Tulus Pencipta Lagu Muhammad Tulus Produser / Arranger Ari Renaldi Album Manusia Genre Pop, Soul Durasi ± 4 menit 12 detik Label TulusCompany Tahun Rilis 2022 Isi Resensi Lagu “Tujuh Belas” merupakan salah satu karya reflektif dari Tulus yang mengangkat tema waktu, masa muda, dan kenangan. Dalam lagu ini, Tulus mengajak pendengar untuk kembali menengok masa remaja—masa yang penuh warna, semangat, dan harapan sederhana. Ia tidak sekadar bernostalgia, tetapi juga merenungi perubahan diri seiring perjalanan waktu. Sejak awal, lagu ini sudah membangun suasana hangat dan lembut. Melodi yang mengalun pelan berpadu dengan suara khas Tulus menciptakan kesan tenang sekaligus menyentuh. Melalui ungkapan bahwa “usia hanyalah angka”, Tulus mengingatkan bahwa semangat muda tidak pernah benar-benar hilang selama kita tetap memiliki hati yang hidup dan pandangan yang optimis terhadap dunia. ...