Lukaku
kau lukai lagi, Sayang?
Kau
tahu? Di detik ini rasaku masih seperti dulu
Dan
akan tetap begitu
Takkan
berubah-- Kau pejantan yang genap menangguhkan jiwaku padamu.
Ketika
aku mendamba namamu yang membara di sini, hatiku kembali memerah hampir pecah.
Betapa
kau memesona jiwa untuk alpa melihat seberapa lukanya lara yang dirasa
Seperti
bara yang kau tumpahkan di lukaku kemarin.
Akankah
kembali kau tuangkan nestapa dari tahun-tahun lalu?
Dengan
tega kau meretas selaksa nostalgia yang bersusah-susah kurenda di penghujung
pertemuan kita
Berdoalah
aku takkan menamatkanmu dari garis hidupku
Berkat
namamu yang dibuat terus merangka di jiwaku, percayalah
Penantianmu
takkan berujung hampa
Namun
banyak kata yang tak terkatakan, melesap bersama dukaku
Apa
lagi yang akan kau lakukan? Semua tetap sama--
Karena
hatiku akan terus berdukacita
Menggenapi
cerita kita yang basah
15 November 2015
19:36 WIB
Komentar
Posting Komentar